Tips Mengelola Uang Bagi Pengantin Baru

Posted on

Dua orang yang berbeda kini telah hidup bersama. Pasti banyak hal yang mesti diselaraskan, termasuk soal keuangan.

Bagi kami yang baru kenal dua minggu dan sama sekali asing, semua itu dibicarakan di awal. Saya yang saat menikah masih unyu-unyu dan polos (hueek) cuma punya pegangan, istri harus nurut sama suami, harus izin kalau mau pakai uang dari suami. Dan Alhamdulillah dikasih suami yang mau ngajarin untuk jadi istri yang baik.

Beda latar belakang, beda kebiasaan, bisa jadi masalah dalam pengelolaan uang. Tetapi kami sepakat untuk selalu terbuka satu sama lain, berapa penghasilan, tanggungan, dan pengeluaran.

Berikut tips mengelola keuangan rumah tangga ala kami:

1. Terbuka pada pasangan bukan hanya tentang penghasilan masing-masing. Tetapi juga pengeluaran, termasuk kalau kita punya utang yang jadi tanggungan tiap bulan.

2. Tentukan manajer keuangan. Tugasnya mengatur arus masuk dan keluar uang. Tujuannya agar kita tahu kondisi keuangan setiap saat dan selalu punya cadangan uang untuk melanjutkan hidup.

3. Pada awal-awal pernikahan, kita belum tahu kebutuhan apa yang paling banyak mengeluarkan biaya. Oleh karena itu, catatlah setiap rupiah pengeluaran kita. Setelah satu sampai dua bulan, kita akan mengetahui pola keuangan kita. Pos mana yang banyak, mana yang sedikit, mana yang bisa dikurangi, mana yang harus ditambah.

Untuk mencatat, kita bisa pakai aplikasi di handphone yang akan otomatis mengelompokkan pengeluaran dan pendapatan kita. Atau bisa dicatat manual di buku dan dikelompokkan di akhir.

4. Buatlah rencana keuangan yang jelas dan terarah sesuai kesepakatan berdua. Dari catatan tadi, kita dapat membuat anggaran untuk setiap pos.

5. Pastikan tiap bulan ada tabungan sebagai dana cadangan.

6. Bagi pasangan yang penghasilannya musiman, mesti pintar buat atur uang hingga pas nggak ada pemasukan, tetap dapat hidup seperti biasanya.

7. Anggarkan untuk rekreasi. Nggak harus mahal, yang penting berkualitas.

8. Dahulukan kebutuhan pokok dari kebutuhan sekunder. Utamakan fungsi dari gengsi. Nggak mesti ikut yang kekinian kalau memang belum sanggup. Sabar, kita masih merintis. 

9. Jauhkan diri dari godaan utang, cicilan, arisan sebab ketiganya menjadi beban yang sebenarnya dapat dihindari.

10. Saling percaya dan saling menjaga kepercayaan pasangan sesuai komitmen berdua.

Sekian tips dari saya yang masih pemula. ^^

Semoga bermanfaat yaaa πŸ™‚

Menikah Dua Bulan dan Belum Hamil. Salah Siapa?

Posted on Updated on

Delapan minggu bersama, saatnya belajar untuk kembali melepaskan yang tersayang kembali berlayar. Dan saat itu, aku belum hamil. Pun sedang menanti apakah calon bayi itu telah bersemayam di rahimku, atau mungkin masih banyak rencana Allah yang lain.

Hari itu pun tiba, tamu bulanan datang. Perasaanku? Entah. Aku sudah lupa saat ini. Yang aku ingat, aku hanya mengabarinya. Apa pun responnya, aku tahu cintanya akan selalu ada. Aamiin 😍

***

Sebelum menikah, sungguh aku tak pernah terpikir soal pertanyaan itu, “Udah hamil?”

Berdasarkan pengalaman kakak-kakakku, mereka hamil segera setelah nikah. Jadi aku pikir, nggak ada masalah. Aku juga akan hamil segera. Nggak mikir macam-macam. Kalau pun nggak hamil, ya sudah, itulah yang terbaik. Toh kami juga baru kenal dua minggu sebelum akad, masih tahap saling mengenal daaan masih pengen berdua ajaaa. Hahahaha, itu aku aja kaliii.

Tetapi lingkungan merespon berbeda. Suami nggak ada, masiiih juga ditanya, “Udah isi beluuum?”

Dan sejumlah perkataan lainnya yang tak jarang menyayat hati. Bahkan, setelah berbulan-bulan suami nggak di rumah, masih aja lho pertanyaan itu hadir. Memangnya nggak lihat apaaah. Huhuhuu.

Maklumin ajah, kalau yang nanya orang jauh yang nggak tahu-menahu kapan suami terakhir di rumah. Tapi iniiii jelas tahu… Hihiii. Teeerlaaalu.

***

Aku telah melalui masa itu

Masa di mana sebagian mata memandang rendah mereka yang belum dikasih kesempatan hamil setelah menikah

Masa di mana orang pacaran lebih dibanggakan dibanding mereka yang meniti jalan halal namun belum diberi keturunan

Masa di mana aku akhirnya sadar bahwa sakit itu hadir untuk menyiapkanku menghadapi sesuatu yang lebih besar

Masa di mana aku berjuang sendiri menghadapi cemohan orang

Masa di mana akhirnya aku mulai tak peduli omongan negatif orang

Masa di mana aku seperti diingatkan bahwa kebanyakan orang yang dapat menjaga lisan dari menyakiti perasaan orang lain, rezekinya jauuuh lebih lancaaar dari mereka yang suka menghardik 

Masa di mana, pernikahan yang masih sangat belia ini… diuji dengan jarak, penantian, dan semua keraguan orang

Pada akhirnya, aku menyadari bahwa, tak peduli apa pun omongan orang di luar sana, yang terpenting adalah… pasangan yang selalu ada untuk kita, dan terus percaya bahwa kuasa Allah selalu lebih hebat dari rencana kita.

Pernikahanku Dengan Seorang Pelaut

Posted on

Huuaaa udah lama banget nggak nuliiiis 

Tahu-tahu sekarang udah jadi seorang istri, dan bentar lagi jadi emak 😍

Langsung aja aaaah

Aku nggak pernah ngira akan berjodoh dengan seorang pelaut. Ngebayanginnya aja nggak. Ogaaaah banget deh buat ngejalanin hubungan jarak jauh setelah menikah. Pengennya kaaan bareng-bareng terus. Iya nggaaak?

Tetapi Allah berkehendak lain, dari semua yang datang, cuma seorang yang memenangkan hati ini. Ecieee. Daaaan, betapa mudahnya proses itu. Ketemu – lamar – nikah. Pacarannya abis nikah euy. 😍

Bertemu dengannya dan pernikahan ini adalah impianku. Semoga juga impiannya. Menikah tanpa pacaran, akad nikah yang sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga, tetangga dan teman-teman dekat.

Daaaan, pada titik itu, aku merasa sudah cukup. It’s like… There is no mountain to climb. Hanya menjalani hari ke hari bersamanya, aku sudah sangat bahagia. Nggak kepikiran mau ke sana ke mari, mau punya ini itu, mau berbuat ini itu.

Hihiii. Mungkin saat itu aku sedang dimabuk cintanya. Bayangkan 24 jam selalu bersama, nggak kerja (karena memang sedang liburan), pasti menyenangkan donk… Hehehe

Hingga tibalah waktunya suami berangkat kembali untuk bekerja. Daaaan air mata itu pun tumpah. Oh nooo, kemarin-kemarin ke mana aja siiih. Baru nyadar kalau ada seseorang yang begitu sangat berharga delapan minggu ini.

Setelah perpisahan sementara itu, barulah kepikiran mau ngapain. Masa iya diam aja dengan pekerjaan rumah. Bisa pusing kepala akuuu. Maklumlah biasanya aktif ke sana ke mari. Ikut kegiatan ini itu.

Mau sekolah lagi, cuma boleh ngelanjutin di jurusan yang sepertinya bukan aku banget. Ups. Nggak usah disebutkan. Biar bagaimana pun, aku tetap cinta sama alamamaterku itu.

Mau kerja, cuma boleh kerja kalau suami lagi berlayar. Mana ada yah perusahaan yang ngasih libur berbulan-bulan di sini. πŸ˜‚

Akhirnya memutuskan kembali buat jualan online. Itu pun masih bingung mau jualan apa. Aku seperti hilang arah. Hehehehe. 

Tapiii, namanya dari kecil suka banget cari tahu ini itu, jadilah tiap ada kelas belajar tentang bisnis online didatangi. Walau pun status bisnisnya sedang tutup. 😁

Sampai akhirnya, ada suatu kejadian di mana aku sadar bahwa hidup masih panjang, ada hal-hal yang masih harus kita perjuangkan. Dari Mama minta cucu, tentu merambat ke mana-mana. Anak butuh makan, tempat tinggal, pendidikan. Daaan semuanya.

Dan yang pasti, suami butuh istri yang mampu menghebatkannya. Seperti layaknya istri juga butuh suami yang menghebatkannya. Butuh kerja sama di antara keduanya. Butuh menyamakan visi misi frekuensi untuk kebahagiaan bersama.

Mulailah otak ini berpikir ini itu. Sebelumnya? Yaaa nggak mikir jauh-jauh. Cuma mikir, tahun depan Abang udah nggak berlayar. Hidup bareng. Bahagia terus. Hehehe.

Akhirnya Abang tetap berangkat di tahun selanjutnya dan aku mulai serius menekuni usaha online. Karena konsekuensi dari mimpi-mimpi adalah tanggung jawab untuk melaksanakan apa yang kita rencanakan.

Tak peduli omongan orang. Kapal kita harus terus berlayar! πŸ’ͺ

Jual Manset Tangan Murah di Jakarta

Posted on Updated on

Kami jual Manset Tangan murah di Jakarta. SMS/WA Eva di 085714363307 atau BBM 74DFEA26. Manset tangan bahan katun spandek ini nyaman digunakan dan tidak gampang melar.

Berikut manset tangan yang READY STOCK:

jual manset tangan dua warna murah di Jakarta
Manset tangan 2 warna, panjang 20 cm

jual manset tangan panjang 50 cm murah di Jakarta

Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi reseller produk kami. Segera hubungi kami SMS/WA 085714363307Β atau BBMΒ 74DFEA26 untuk mendapatkan penawaran terbaik. Untuk melihat koleksi kami, silakan kunjungi SupplierHijabSyari.com atau PakaiHijab.com

Aku, Kamu, dan Waktu

Posted on Updated on

Tersadar waktu kita di dunia sebentar
Tersadar waktu kita di sini tak banyak
Dan waktu tak pernah dapat kembali
Tak akan terganti meski ku berharap dan berdoa tanpa henti

Terima kasih untuk waktumu yang pernah aku pinjam, namun tak mampu aku ganti

Terima kasih untuk kesediaanmu mendengarkan, memberikanku ruang untuk menceritakan setiap impian

Terima kasih… untuk semua waktu yang kau hadiahkan di sela-sela kesibukanmu

Terima kasih… untuk waktumu yang kau gunakan untuk meng-amin-kan doa-doaku, untuk turut mendoakanku dalam munajatmu tanpa sepengetahuanku

Terima kasih untukmu dan semua waktumu bersamaku πŸ™‚

Jakarta, 23 Juli 2014
@EvaMaulidah

***
Kutulis untukmu, Any Septiani Mintono πŸ˜‰

Foto gamis wolvis EVANY

Posted on Updated on

Alhamdulillah, gamis kedua selesai diproduksi dan sudah dikirim kepada customer.

Banyak respon yang baik dari gamis ini… senang ^^

image

Harganya yang ramah di kantong, tapi tetap syar’i, nyaman, dan membuat yang menggunakannya tampil anggun dan manis.

Makanya nggak heran kalau pada order lagi… Qadarullah, Evany bikin lebih. Jadi nggak perlu PO kalau gamis pesanannya ada.

Kalau kamu mau, bisa langsung hubungi Evany di 085692305041 atau 274FC9E6.

Tentang Rindu

Posted on Updated on

Dalam bait-bait doa yang kulantunkan di hadapan-Nya
Kuharap rinduku berlabuh di hati yang tepat
Tak seperti kapal yang sementara bersandar di dermaga
Kuingin rindu ini menemanimu selalu… tanpa jeda, tanpa terbagi dengan yang lainnya

Tak kuasa kuucapkan sajak kerinduan
Sebab perihku mungkin juga kau rasakan
Biarkan waktu berlalu perlahan
Dan nikmati rindu yang semakin dalam

Untuk sebuah pertemuan,
kuikhlaskan perpisahan
Sebab kuyakin kau akan pulang
pada waktu yang kau janjikan

πŸ™‚

Jakarta, 20 Juni 2014
@EvaMaulidah